30 Soal Pilihan Berganda Olimpiade Kimia Tingkat Kabupaten/Kota 2011 (pembahasan diberikan pada tulisan
tersendiri pada blog ini)
Alternatif jawaban berwarna merah adalah kunci jawabannya.
1. Semua
pernyataan berikut benar, kecuali:
A. Energi kimia
ialah energi kinetik yang tersimpan
dalam materi
B.
Energi kimia dapat dibebaskan dalam berbagai bentuk energi lain melalui
reaksi kimia
C.
Oksidasi glukosa dalam tubuh menghasilkan energi kimia yang digunakan
untuk menggerakkan otot
D.
Energi nuklir ialah energi yang timbul dari reaksi pembelahan inti atom
E. Energi
dahsyat yang terjadi pada ledakan bom atom merupakan energi nuklir
2. Densitas udara di dalam suatu
ruang pada temperatur tertentu dan tekanan normal adalah 1,2 g/L. Hitunglah
massa (kg) udara ini di ruang sebesar panjang 5 m, lebar 4 m, dan tinggi 3 m.
A. 80 kg
B. 76 kg
C. 72 kg
D. 68 kg
E. 64 kg
3. Berapa persentase (massa)
nitrogen dalam ammonium karbonat (NH4)2CO3?
A. 14,53%
B. 27,83%
C. 29,16%
D. 33,34%
E. 42,35%
4. Manakah formula molekul yang
merupakan representasi dari senyawa biner yang terbentuk dari natrium dan
tellurium?
A. Na2Te
B. NaTe
C. Na3Te
D. Na3Te2
E. NaTe2
5. Dari reaksi berikut ini,
tentukan persamaan reaksi yang menunjukkan hasil pembakaran metana (CH4) dengan
udara berlebih.
A. CH4(g) + O2(g)
à C(s) + H2O(g)
B. CH4(g) + O2(g)
à C(s) + H2(g)
C. CH4(g) + 2O2(g)
à CO2(s) + 2H2O(g)
D. CH4(g) +
O2(g) à 2CO(s) + 4H2(g)
E. Semua reaksi mungkin terjadi
6. Suatu sampel besi oksida
(suatu senyawa yang mengandung hanya besi dan oksigen) dianalisis dan ditemukan
mengandung 69,9% besi. Rumus empiris senyawa ini adalah
A. FeO
B. Fe3O2
C. Fe3O4
D. Fe2O3
E. Fe4O3
7. Bagaimana jumlah molekul, n,
dalam 1,0 L setiap gas berikut ini: CH4, N2, CO2
yang dibandingkan pada 1 atm dan 25 oC?
A. n CH4 < n
CO2 < n N2
B. n N2 <
n CO2 < n CH4
C. n CO2 <
n CH4 < n N2
D. n CO2 <
n N2 < n CH4
E. n CH4 = n
CO2 = n N2
8. Berapa densitas klorometana
(CH3Cl) pada 20oC dan tekanan 0,973 atm? Diketahui massa
molar klorometana 50,0 g/mol
A. 1,78 g.L-1
B. 2,04 g.L-1
C. 1,98 g.L-1
D. 2,24 g.L-1
E. 2,38 g.L-1
9. Berikut ini, manakah campuran
yang akan memberikan tekanan uap paling kecil? Masing-masing larutan diambil
sebanyak 500 mL:
A. Larutan KCl 0,5 M + Larutan
NaCl 0,5 M
B. Larutan NaCl 1 M + Larutan
gula 0,5 M
C. Larutan Na2SO4
0,5 M + Larutan gula 0,5 M
D. Larutan Na2SO4
1 M + air
E. Larutan KOH 0,5 M + Larutan HCl 0,5 M
10. Bila ke dalam air sungai
ditambahkan asam klorida kemudian ditambahkan larutan barium nitrat dan
hasilnya terbentuk endapan putih. Kesimpulannya dalam air sungai tersebut
terdapat ion:
A. Kalsium
B. Magnesium
C. Klorida
D. Karbonat
E. Sulfat
11. Berikut ini, kombinasi manakah
yang menghasilkan produk gas?
A. Ammonium nitrat pada
dan larutan kalsium hidroksida
B. Logam tembaga dan 0,10 M asam
hidroklorida
C. Larutan barium hidroksida dan
0,10 M asam sulfat
D. Larutan aluminium nitrat dan
natrium klorida
E. Larutan 0,10 M NaCl dan perak nitrat
12. Konfigurasi elektron berikut
ini yang manakah yang representatif suatu unsur untuk membentuk ion sederhana
dengan muatan -3?
A. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1
B. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3
C. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d1 4s2
D. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d3 4s2
E. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d7 4s2
13. Bagaimanakah
struktur elektronik yang paling luar atom unsur X yang dapat senyawa bersifat
asam HXO2 dan asam okso HXO3, serta membentuk hidrida XH3?
A. s2 p2
B. s2 p3
C. s2 p4
D. s2 p5
E. s2 p6
14. Molekul diatomik berikut ini,
manakah yang mempunyai kekuatan ikatan paling besar?
A. F2
B. O2
C. N2
D. HF
E. HCl
15. Berikut ini adalah senyawa
yang kelarutannya dalam air paling kecil adalah:
A. CH3CO2H
B. CH3COCH3
C. CH3CH2OH
D. CH3O2CH3
E. CH3CO2K
16. Berikut ini molekul manakah
yang tidak akan membentuk ikatan hidrogen dengan sesama molekulnya sendiri?
A. CH3CO2H
B. CH3NH2
C. CH3OH
D. NH3
E. NH2OH
17. Zat padat X larut dalam
hidrokarbon cair dan mempunyai titik leleh yang tajam di bawah 100 oC.
Zat X tidak dapat menghantarkan listrik pada sembarang kondisi. Apakah yang
paling tepat mengenai jenis partikel kisi dalam X?
A. Atom-atom tunggal yang
bergabung oleh ikatan logam
B. Molekul kovalen
kecil
C. Ion positif dan negatif
D. Atom-atom tunggal bergabung
oleh ikatan kovalen
E. Molekul kovalen besar
18. Gaya-gaya antar molekul
berikut ini:
I. Gaya dipole-dipole
II. Ikatan Hidrogen
III. Gaya dispersi London
Dalam molekul CHCl3 apa jenis gaya antar molekul yang
bekerja dalam fasa cair
A. Hanya I
B. Hanya II
C. Hanya I dan III
D. Hanya II dan III
E. Hanya III
19.
Struktur Lewis berikut ini:
Struktur Lewis berikut ini:
Adalah struktur dari:
A. NO2–
B. NO2+
C. NO2
D. NO2+ dan
NO2–
E. NO2+,NO2, dan NO2–
20.
Apa set orbital hibrida yang terdapat pada atom karbon
terminal dalam molekul berikut ini?
Apa set orbital hibrida yang terdapat pada atom karbon
terminal dalam molekul berikut ini?
A. s p
B. s p2
C. s p3
D. s p3 d
E. s p3 d2
21. Dalam pembakaran metana, CH4
, apa perubahan hibridisasi atom karbon?
A. s p3 ke s p4
B. s p2 ke s p3
C. s p2 ke s p
D. s p3 ke s
p
E. tidak terjadi perubahan hibridisasi
22. Sebanyak 49,9 g contoh barium
hidroksida oktahidrat, Ba(OH)2.8H2O yang massa molar-nya
315 g.mol-1 dilarutkan dalam air, dan kemudian diencerkan hingga
volumenya tepat 2,50 L. Berapa konsentrasi ion hidroksida dalam larutan ini?
A. 0,0634 M
B. 0,127 M
C. 0,190 M
D. 0,317 M
E. 0,634 M
23. Bila larutan yang mengandung
ion etanadioat C2O42-
dioksidasi dengan
larutan KMnO4 dalam suasana
asam, terjadi reaksi sebagai berikut:
2 MnO4- (aq) + 5 C2O42- (aq) + 16 H+
(aq) à 2 Mn2+(aq)
+ 10 CO2(g) + 8
H2O(†)
Berapa volume larutan KMnO4 0,02 mol/L yang dibutuhkan untuk mengoksidasi
sempurna 0,001 mol garam KHC2O4 –H2C2O4
?
A. 20 cm3
B. 40 cm3
C. 50 cm3
D. 125 cm3
E. 250 cm3
24. Di dalam eksperimen, sebanyak
50 mL larutan 0,1 mol L-1 dari suatu garam bereaksi tepat dengan 25
mL larutan 0,1 mol L-1 natrium sulfit.
Persamaan setengah reaksi untuk oksidasi ion sulfit
berikut ini,
SO32- (aq)+ H2O (†) à SO42-(aq) +2H+(aq) + 2e-
Jika bilangan oksidasi awal dari logam dalam garam
adalah +3, berapakah bilangan oksidasi logam ini setelah reaksi selesai?
A. 0
B. 1
C. 2
D. 4
E. 5
25. Perhatikan reaksi-reaksi berikut ini: reaksi
2ClF(g)+O2(g)àCl2O(g)+F2O(g) ∆Ho
= 167,4 kJ
2ClF3(g)+2O2(g)àCl2O(g)+F2O(g) ∆Ho = 341,4 kJ
2F2(g)+O2(g)à2F2O(g) ∆Ho = -43,4 kJ
Hitunglah berapa panas reaksi klor monofluorida
dengan F2 sesuai persamaan
reaksi:
ClF(g) + F2(g) à ClF3(g)
A. -217,5 kJ
B. -130,2 kJ
C. -108,7 kJ
D. 130,2 kJ
E. 217,5 kJ
26. Berikut ini manakah yang
larutannya mengandung dua mol partikel terlarut?
A. 1,0 L dari 0,50 mol L-1 Na2SO4 (aq)
B. 1,0 L dari 0,20 mol L-1 Al2(SO4)3 (aq)
C. 4,0 L dari 0,25 mol
L-1 CH3CO2Na (aq)
D. 8,0 L dari 0,125 mol L-1 CH3COOH (aq)
E. 1,0 L dari 0,33 mol L-1 Cu(NH3)4SO4 (aq)
27. Perhatikan reaksi yang belum
setara ini:
MnO4- (aq) + H+ (aq) + Fe2+(aq) à Mn2+(aq) + Fe3+(aq) + H2O (†)
Pernyataan yang benar mengenai reaksi tersebut adalah:
A. MnO4-
merupakan pereduksi
B. Mangan mengalami oksidasi
C. Fe2+ mengambil
elektron
D. Besi mengalami reduksi
E. Fe2+ merupakan reduktor
28. Berikut ini, senyawa manakah
yang dapat bertindak sebagai asam Lewis?
A. Zn2+
B. BF3
C. H3C–CO–CH3
D. Zn2+ dan BF3
E. Zn2+, BF3 dan H3C–CO–CH3
29. Berikut ini, larutan 0,10 M
aqueous manakah yang akan memberikan daya hantar listrik paling rendah?
A. NH4Cl
B. CuBr2
C. Na2CO3
D. C2H5OH
E. NaCl
30. Berapa volume (mL) dari 0,0500
M asam fosfat yang dibutuhkan untuk menitrasi sempurna 25,0 mL larutan 0,150 M
barium hidroksida hingga titik akhir fenolflataein?
Reaksi: 3
Ba(OH)2 + 2 H3PO4 à Ba3(PO4)2 + 6 H2O
A. 25,0
B. 50,0
C. 75,0
D. 100,0
E. 150,0
Pembahasan Soal Nomor 21-25
OSN Kimia Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2013
Soal Nomor 1Dalam suatu reaksi redoks ternyata kalium dikromat (K2Cr2O7) bereaksi dengan timah diklorida (SnCl2) dalam suasana asam menjadi CrCl3 dan kalium klorida (KCl). Setelah reaksi disetarakan, maka koefisien reaksi dari kalium dikromat dan timah diklorida adalah
- 3 dan 1
- 1 dan 3
- 2 dan 3
- 3 dan 2
- 1 dan 1
Dalam reaksi redoks selalu ada reaksi oksidasi dan reduksi. Dari reaksi tersebut yang mengalami reduksi adalah Cr (dari K2Cr2O7 menjadi CrCl3) dan yang harus mengalami oksidasi adalah Sn (dari Sn2+ menjadi Sn4+). Asam yang digunakan (sebagai penyuasana) semestinya adalah HCl.
Adapun reaksi redoksnya:
Reaksi reduksi : Cr2O72- + 14 H+ + 6e- → 2Cr3+ + 7 H2O | x 1|
Reaksi oksidasi : Sn2+ → Sn4+ + 2e- | x 3|
Reaksi total : Cr2O72- + 14 H+ + 3Sn2+ → 2Cr3+ + 7 H2O + 3Sn4+
Sehingga reaksi lengkapnya bisa dituliskan sebagai berikut:
K2Cr2O7 + 3 SnCl2 + 14 HCl → 2 CrCl3 + 7 H2O + 2 KCl + 3 SnCl4
Jadi jawaban yang tepat adalah B. 1 dan 3
Soal Nomor 2
Pada suhu kamar dan tekanan atmosfer, 1 gram oksigen mengisi ruang 0,764 liter, sedang gram oksida nitrogen dalam kondisi yang sama mengisi ruang 0,266 liter. Berdasarkan hal tersebut maka rumus oksida nitrogen termaksud adalah:
(Ar N =14, Ar O = 16)
- NO2 → Mr = 14 + 32 = 46
- NO3 → Mr= 14 + 48 = 62
- NO5 → Mr= 14 + 80 = 94
- N2O3 → Mr = 28 + 48= 76
- N2O5 → Mr = 28 + 80 = 108
Pada keadaan yang sama setiap 1 mol gas akan memiliki volume yang sama pula (Hukum Gay Lussac).
1 g O2 = 1/32 mol ~ 0,764 liter artinya 1 mol gas O2 volumenya = 32 x 0,764 = 24,448 L/mol.
Jika masa oksida nitrogen memiliki volume 0,266 L = 0,266 L : 24,448 L/mol = 0,01088 mol.
Artinya kita tinggal menentukan manakah oksida nitrogen yang 1 gram sama dengan 0,01088 mol. Dalam hal ini Mr oksida nitrogen = 1 : 0,01088 = 91,911 g/mol.
Yang paling mendekati adalah jawaban C. NO5
Soal Nomor 3
Bila 1 liter etil alkohol pada temperatur 20 oC mengandung 1,04 x 1025 molekul, maka jumlah molekul selain etil alkohol dalam 1 liter cuplikan etil alkohol yang kemurniannya dinyatakan 99,99% adalah sebanyak
- 2,72 x 1020
- 1,04 x 1021
- 3,15 x 1022
- 3,13 x 1023
- 2,14 x 1024
Jumlah % molekul selain etil alkohol adalah 100% – 99,99% = 0,01%
Sehingga jumlah molekulnya = 0,01% x 1,04 x 1025 = 1,04 x 1021
Jawabannya B
Soal Nomor 4
Urutan kepolaran ikatan O-H, Mg-O, Ca-O, dan Sr-O adalah,
- Sr-O > Mg-O > O-H > Ca-O
- O-H > Mg-O > Ca-O > Sr-O
- O-H > Sr-O > Ca-O > Mg-O
- Sr-O > Ca-O > Mg -O > O-H
- Mg-O > Ca-O > Sr-O > O-H
Semakin besar perbedaan elektronegativitas maka akan semakin polar. Elektronegativitas O >H>Mg>Ca>Sr. H punya elektronegativitas terbesar dibandingkan dengan unsur logam alkali tanah. Unsur Mg, Ca, Sr berturut-turut adalah anggota golongan unsur logam alkali, yang dari atas ke bawah memiliki elektronegativitas yang semakin kecil. Oksigen punya elektronegativitas yang besar dan semua berikatan dengan unsur yang akan diperbandingkan. Maka urutan perbedaannya dengan oksigen dari yang terbesar Sr-O > Ca-O > Mg-O > H-O
Jawabannya D. Sr-O > Ca-O > Mg-O > H-O
Soal Nomor 5
Dalam suatu percobaan, reaksi antara N2F4 dengan S2O6F2 dilakukan pada suhu ruang. Gas yang dihasilkan mempunyai titik didih -2,5oC. Analisis terhadap gas ini memberikan hasil : 9,48% N, 20,9% S,dan 38,0% F. Bila diketahui Ar N = 14,0 ; Ar S = 32,1 dan Ar F = 19,0 ; Ar O = 16,0, maka rumus empiris gas tersebut adalah:
- NSF3
- NSF2
- NSO4F4
- NSO3F3
- NSO2F2
Penentuan rumus empiris dari persen unsur yang diketahui dan persen O yang harus dihitung hingga total 100 % (31,62% O) adalah dengan menganggap jumlah zat 100 g. Perbandingan mol masing-masing unsur adalah:
N : S : O : F
9,48/14 : 20,9/32,1 : 31,62/16 : 38,0/19
0,677143 : 0,65109 : 2 : 1,97625 ---> bagi dg angka terkecil
1,040014 : 1 : 3,07177 : 3,035293 ---> lakukan pembulatan
1 : 1 : 3 : 3Jawabannya D. NSO3F3
Soal Nomor 6:
Berikut ini, yang manakah urutan dari bilangan kuantum suatu elektron dalam orbital 4d?
Pembahasan:
Bilangan kuantum suatu elektron dalam orbital 4d yang n = 4; l = 2 (d)
Jawabannya B
Soal Nomor 7:
Berikut ini diberikan data entalpi reaksi:
2 CH2N2(s) + 3 O2(g) → 2N2(g) + 2 H2O(l) + 2CO2(g) ΔHo = – 354,40 kkal
C(s) + O2(g) → CO2(g) ΔHo = – 93,97 kkal
2H2(g) + O2(g) → 2H2O(l) ΔHo = – 136,64 kkal
Nilai entalpi pembentukan bagi CH2N2 (s) adalah :
- 123,79 kkal/mol
- 14,91 kkalmol
- -14,91 kkal/mol
- - 29,82 kkal/mol
- 29,82 kkal/mol
Pada soal ini aslinya ada yang keliru, pada persamaan reaksi pertama seharusnya 2H2O(l) tetapi hanya tertulis 2 H2(l).
Entalpi pembentukan adalah energi yang digunakan untuk membentuk 1 mol senyawa dari unsur-unsurnya.
N2(g) + C(s) + H2(g) → CH2N2(s) ΔHo = 14,91 kkal
Jawabannya B
Soal Nomor 8:
Dalam senyawa atau ion yang mengandung sulfur berikut ini, muatan formal atom S dalam SO2, SO3, SO32-, dan SO42- berturut-turut adalah
- 0, 0, 0, 0
- -2, 0, 0, +1
- 0, +1, -2, 4
- 0, 0, +1, -2
- +1, 0, 0, -2
Muatan formal = jumlah elektron valensi unsur – jumlah elektron bebas – 1/2 elektron berikatan
S dan O memiliki 6 elektron valensi
Muatan formal S pada SO3 = 6 – 0 – 6 = 0
Muatan formal S pada SO32- = 6 – 2 – 4 = 0
Muatan formal S pada SO42- = 6 – 0 – 6 = 0
Atom S itu berada diperiode tiga (3), sangat dimungkinkan untuk menggunakan orbital 3d sehingga tidak lagi mengikuti kaidah oktet. Beda dengan unsur yang berada di periode 2 yang tidak memiliki orbital 2d. Jadi tidak bisa dipaksa harus mengikuti kaidah oktet, ini terkait juga dengan tingkat energi masing-masing molekul yang lebih disukai pada energi yang relatif lebih rendah.
Jawabannya A
Soal Nomor 9:
Diberikan molekul berikut ini:
I. H2C=CHCl
II. cis-ClHC=CHCl
III. trans-ClHC=CHCl
Manakah molekul tersebut yang mempunyai momen dipol tidak sama dengan NOL?
- hanya I
- hanya III
- hanya I dan II
- Hanya II dan III
- I, II, dan III
Molekul III (trans-ClHC=CHCl) memiliki momen dipol sama dengan nol, sedangkan pada molekul I dan II momen dipolenya tidak sama dengan nol, hayooo apa alasan….?
Jawabannya C
Soal Nomor 10:
Berikut ini adalah reaksi kesetimbangan:
4A (s) + 2B(g) ⇌ 2C(g) ΔHreaksi = – 60 kJ
Bila reaksi sudah mencapai kesetimbangan, berikut ini manakah keadaan yang akan menggeser kesetimbangan ke arah kiri (membentuk reaktan lebih banyak):
- Menurunkan temperatur
- Menaikkan tekanan parsial C
- Menaikkan tekanan sistem
- Menambah konsentrasi A
- Menaikkan temperatur
Reaksi 4A (s) + 2B(g) ⇌ 2C(g) ΔHreaksi = – 60 kJ adalah reaksi eksoterm, maka agar bergeser ke reaktan maka dapat dilakukan dengan menaikkan temperaturnya. Koefisien zat berwujud gas sama sehingga tekanan tidak mempengaruhi, sementara menambah konsentrasi A akan menggeser kesetimbangan ke kanan.
Jawabannya E
Soal Nomor
11:
Perhatikan 3 reaksi yang berlangsung dalam 3 wadah berikut ini:
Perhatikan 3 reaksi yang berlangsung dalam 3 wadah berikut ini:
Persamaan hukum laju
reaksi dalam ketiga wadah tersebut diberikan oleh:laju = r = k [●] [o]
Berdasarkan persamaan reaksi yang diberikan, berikut ini manakah pernyataan yang benar?
A. Laju reaksi A = laju reaksi B
B. Laju reaksi A = Laju reaksi C
C. Laju reaksi B = laju reaksi C
D. Laju reaksi A = Laju reaksi B = Laju reaksi C
E. Laju reaksi A, B dan C tidak dapat ditentukan
Pembahasan:
Syarat untuk bisa membandingkan laju reaksi satu dengan yang lainnya adalah diketahui data akuratnya. Perubahan konsentrasi setiap zat harus jelas. Tidak cukup hanya dengan melihat visual seperti di atas dan hanya dari persamaan laju reaksinya saja.
Jawabannya E.
Syarat untuk bisa membandingkan laju reaksi satu dengan yang lainnya adalah diketahui data akuratnya. Perubahan konsentrasi setiap zat harus jelas. Tidak cukup hanya dengan melihat visual seperti di atas dan hanya dari persamaan laju reaksinya saja.
Jawabannya E.
Soal Nomor
12:
Berikut adalah
reaksi yang berlangsung dalam larutan benzena yang mengandung piridin 0,1 M: CH3OH
(A) + (C6H5)3CCl (B) → CH3OC(C6H5)3
(C) + HCl, dengan hasil percobaan sebagai berikut:
Hukum laju dan nilai
tetapan laju untuk reaksi tersebut berturut-turut adalah
A. r= k [A]2[B] dan 4,6 x 10-3 L2mol-2s-1
B. r = k [A][B] dan 3,8 x 10-3 Lmol-1s-1
C. r= k [A][B]2 dan 5,2 x 10-3 L2mol-2s-1
D. r = k [A] dan 2,6 x 10-3 s-1
E. r =k [B] dan 7,4 x 10-3 s-1
A. r= k [A]2[B] dan 4,6 x 10-3 L2mol-2s-1
B. r = k [A][B] dan 3,8 x 10-3 Lmol-1s-1
C. r= k [A][B]2 dan 5,2 x 10-3 L2mol-2s-1
D. r = k [A] dan 2,6 x 10-3 s-1
E. r =k [B] dan 7,4 x 10-3 s-1
Pembahasan:
Berdasarkan rujukan soal yang ada di internet (ingat banyak soal yang diambil dari referensi lain sebelumnya), jadi kalau di cari pasti ketemu saja :) ), soal ini terjadi kekeliruan pada data Δt/min baris pertama, tertulis 2,5 seharusnya adalah 25. Lagi pula kalau dipaksakan maka tidak ada alternatif jawaban yang benar.
Oleh karena itu di sini akan digunakan data yang benar itu.
Berdasarkan rujukan soal yang ada di internet (ingat banyak soal yang diambil dari referensi lain sebelumnya), jadi kalau di cari pasti ketemu saja :) ), soal ini terjadi kekeliruan pada data Δt/min baris pertama, tertulis 2,5 seharusnya adalah 25. Lagi pula kalau dipaksakan maka tidak ada alternatif jawaban yang benar.
Oleh karena itu di sini akan digunakan data yang benar itu.
Laju reaksi setiap
bagian akan dihitung terlebih dahulu dengan rumus
R = ([C]/Δt) x (1 menit/60 detik)
dan hasilnya terdapat pada kolom ke paling kanan tabel di bawah ini.
R = ([C]/Δt) x (1 menit/60 detik)
dan hasilnya terdapat pada kolom ke paling kanan tabel di bawah ini.
Orde reaksi terhadap
A dapat ditentukan dengan menggunakan data kedua dan ketiga (konsentrasi B yang
sama/tetap), dan sebaliknya.
- orde terhadap A: (0,2/0,1)x = (17,1 × 10-6 : 4,3 × 10-6) → 2x = 4 → x = 2
- orde terhadap B: (0,1/0,05)y = (4,3 × 10-6 : 2,2 × 10-6) → 2y = 2 → y = 1
Jadi r = r= k [A]2[B]
- orde terhadap A: (0,2/0,1)x = (17,1 × 10-6 : 4,3 × 10-6) → 2x = 4 → x = 2
- orde terhadap B: (0,1/0,05)y = (4,3 × 10-6 : 2,2 × 10-6) → 2y = 2 → y = 1
Jadi r = r= k [A]2[B]
Menghitung tetapan
laju reaksi (k)
Biasanya k bisa ditentukan dengan menggunakan salah satu data hasil percobaan, dalam pembahasan ini digunakan data kedua.
k = r / [A]2[B] → 4,3 × 10-6 / (0,1)2 × (0,1) = 4,3 × 10-3
Biasanya k bisa ditentukan dengan menggunakan salah satu data hasil percobaan, dalam pembahasan ini digunakan data kedua.
k = r / [A]2[B] → 4,3 × 10-6 / (0,1)2 × (0,1) = 4,3 × 10-3
Jawaban
A.
Soal Nomor
13:
Grafik berikut ini,
manakah yang menjelaskan hubungan antara [H3O+] dan pH
dalam larutan?
Pembahasan:
[H3O+] berbanding terbalik terhadap pH. [H3O+] turun maka pH akan meningkat, [H3O+] meningkat maka pH akan turun.
Jawabannya D.
[H3O+] berbanding terbalik terhadap pH. [H3O+] turun maka pH akan meningkat, [H3O+] meningkat maka pH akan turun.
Jawabannya D.
Soal Nomor
14:
Berapa pH larutan
yang terbentuk bila sebanyak 0,0600 mol NaOH ditambahkan ke dalam 1 L larutan
HCl 0,0500 M.
A. 3,45
B. 8,90
C. 12,00
D. 12,78
E. 13,50
A. 3,45
B. 8,90
C. 12,00
D. 12,78
E. 13,50
Pembahasan:
mol NaOH = 0,06 mol
mol HCl = 0,05 M x 1 L = 0,05 mol
mol NaOH = 0,06 mol
mol HCl = 0,05 M x 1 L = 0,05 mol
NaOH + HCl
→ NaCl +
H2O
Awal :
0,06 mol 0,05 mol - -
Reaksi :
-0,05 mol -0,05 mol 0,05 mol 0,05 mol
Akhir : 0,01
mol - 0,05 mol 0,05 mol
Kosentrasi NaOH yang
tersisa [NaOH] = 0,01 mol : 1 L = 0,01 M
[OH-] = 0,01 M ~ 10-2 M —> NaOH adalah basa kuat.
pOH = -log [OH-] = – log 10-2 = 2
pH = 14 – pOH = 14 – 2 = 12
Jawaban C.
[OH-] = 0,01 M ~ 10-2 M —> NaOH adalah basa kuat.
pOH = -log [OH-] = – log 10-2 = 2
pH = 14 – pOH = 14 – 2 = 12
Jawaban C.
Soal Nomor
15:
Dalam larutan jenuh
nikel karbonat, NiCO3 , mengandung 0,090 g dalam 2,0 L larutan.
Berapakah nilai Ksp untuk NiCO3:
A. 7,58 x 10-4
B. 3,79 x 10-4
C. 5,74 x 10-7
D. 1,44 x 10-7
E. 2,87 x 10-8
A. 7,58 x 10-4
B. 3,79 x 10-4
C. 5,74 x 10-7
D. 1,44 x 10-7
E. 2,87 x 10-8
Pembahasan:
mol NiCO3 = massa NiCO3 : Mr NiCO3 = 0,09 g : 119 g/mol = 0,00076 mol
Kelarutan NiCO3 = 0,00076 mol : 2 L = 0,00038 M
mol NiCO3 = massa NiCO3 : Mr NiCO3 = 0,09 g : 119 g/mol = 0,00076 mol
Kelarutan NiCO3 = 0,00076 mol : 2 L = 0,00038 M
NiCO3 ⇌ Ni2+ +
CO32-
0,00038 M
0,00038 M 0,00038 M
Ksp NiCO3
= [Ni2+][CO32-] = (0,00038 M)2 =
0,000000144 = 1,44 x 10-7
Jawaban D.
Jawaban D.
Soal Nomor 16:
Perhatikan reaksi redoks berikut ini:
I2 + 2S2O3-2 → S4O6-2 +2I-
Dalam titrasi, sebanyak 40 mL larutan membutuhkan 4,0 x 10-3 mol I2 untuk bereaksi sempurna. Berapa konsentrasi larutan Na2S2O3 ?
A. 0,10
B. 0,16
C. 0,20
D. 0,32
E. 0,40
I2 + 2S2O3-2 → S4O6-2 +2I-
Berdasarkan persamaan reaksi yang setara di atas maka dalam titrasi tersebut jumlah mol S2O3-2 dapat dihitung berdasarkan perbandingan koefisien setara.
Mol S2O3-2 = 2/1 x 4,0 x 10-3 mol = 8,0 x 10-3 mol
Karena volume larutan S2O3-2 adalah 40 mL ~ 0,04 L, maka
[S2O3-2] = (8,0 x 10-3 mol) /(0,04 L) = 2 x 10-1 M ~ 0,2 M ← [Na2S2O3]
Jawaban C.
Perhatikan reaksi redoks berikut ini:
C2H5OH +2Cr2O72- + 16H+ → CO2 + 4Cr3+ + 11H2O
Setiap atom karbon akan kehilangan:
A. 1 elektron
B. 2 elektron
C. 4 elektron
D. 6 elektron
E. 0 elektron
Pembahasan:
Bilangan oksidasi C dalam C2H5OH adalah -2 dan bilangan oksidasi C dalam CO2 adalah + 4, perubahan biloks C dari -2 ke +4 adalah 6, berarti ia akan melepaskan (kehilangan) 6 elektron.
Jawaban D.
Sejumlah garam klorida lelehan dielektrolisis dengan suatu arus listrik 3,00 A. Jumlah deposit logam yang manakah akan memerlukan waktu elektrolisis terlama?
A. 50 g Mg
B. 75 g Al
C. 100 g Ca
D. 125 g Fe
E. Jawaban A, B, C dan D semuanya benar
Pembahasan:
Elektrolis suatu lelehan garam pada pada elektroda akan menghasilkan deposit logam (dari ion logamnya) yang biasanya akan menempel di elektroda dan gas klor (dari ion klorida) di sekitar elektroda lainnya.
Untuk menghitung lama waktu bisa menggunakan rumus sebagai berikut:
W = (e . i . t)/96500 → t = (W x 96500) : (e.i)
W = massa deposit logam (g); e = massa ekivalen (g); i = arus listrik (A); t = waktu (detik).
Mg2+ → Mg + 2e- →Ar Mg = 24 → massa ekivalen Mg = 24/2 = 12
Al3+ → Al + 3e- →Ar Al = 27 → massa ekivalen Al = 27/3 = 9
Ca2+ → Ca + 2e- →Ar Ca = 40 → massa ekivalen Ca = 40/2 = 20
Fe3+ → Fe + 3e- → Ar Fe = 56 → massa ekivalen Fe = 56/3 = 18,67
Fe2+ → Fe + 2e- → Ar Fe = 56 → massa ekivalen Fe = 56/2 = 28
t Mg = (50 g × 96500 C) : (12 g × 3,00 A) = 134.027,78 detik
t Al = (75 g × 96500 C) : (9 g × 3,00 A) = 268.055,56 detik
t Ca = (100 g × 96500 C) : (20 g × 3,00 A) = 168.833,33 detik
t Fe = (125 g × 96500 C) : (18,67 g × 3,00 A) = 215.363,33 detik
t Fe = (1250 g 96500 C) : (28 g 3,00 A) = 143.601,19 detik
Jadi yang memerlukan waktu paling lama adalah logam Al 75 g.
Jawaban B.
Perhatikan Gambar sel elektrokimia beikut ini:

Bila sel tersebut dioperasikan, maka elektron akan mengalir kearah:
A. Elektroda Pb, dimana Pb akan dioksidasi
B. Elektroda Cd, dimana Cd akan dioksidasi
C. Elektroda Pb, dimana Pb2+ akan direduksi.
D. Elektroda Cd, dimana Cd2+ akan direduksi.
E. Elektroda Pb dimana Cd2+ akan dioksidasi
Pembahasan:
Mengalirnya elektron itu dari reaksi yang bisa menghasilkan elektron (reaksi oksidasi, terjadi di anoda) ke reaksi yang memerlukan elektron (reaksi reduksi, terjadi di katoda). Jadi elektron akan mengalir ke katoda Pb dan terjadi reaksi reduksi Pb2+ menjadi Pb.
Jawaban C.
Nama IUPAC dari senyawa berikut adalah

A. 2,3-dimetil-4-pentana
B. 1,1-dimetil-2-isopropiletena
C. 2,3-dimetil-2-pentana
D. 2,4-dimetil-2-pentena
E. 2,2-di metil-5-pentana
Pembahasan:
Tata nama berdasar IUPAC harus dimulai dari sisi di mana ikatan rangkap berada pada nomor urut C yang terkecil.
Jawaban D.
Soal Nomor
21:
Kedua senyawa
berikut ini, CH3-CH2OH dan CH3-O-CH3,
mempunyai massa relatif yang sama, tetapi titik didihnya tidak sama, dan titik
didih masing-masing adalah 78oC dan -24oC.
Perbedaan titik didih ini disebabkan oleh adanya perbedaan:
A. rumus molekul
B. panas pembakaran
C. panas spesifik
D. berat jenis
E. ikatan antar molekulnya
Perbedaan titik didih ini disebabkan oleh adanya perbedaan:
A. rumus molekul
B. panas pembakaran
C. panas spesifik
D. berat jenis
E. ikatan antar molekulnya
Pembahasan:
Dua senyawa tersebut punya Mr yang sama. Pada senyawa organik seperti pada soal ini tanpa ada data yang lain maka bisa disimpulkan bahwa perbedaan titik didih itu hanya disebabkan oleh adanya perbedaan ikatan antar molekulnya. Pada CH3-CH2OH (alkohol) memungkinkan terjadinya ikatan hidrogen antar molekulnya, sehingga untuk mendidihkannya (dari cair menjadi gas) memerlukan energi lebih besar untuk memutuskan ikatan hidrogen sehingga bisa berubah wujud menjadi gas. Sedangkan pada CH3-O-CH3 (eter) tidak memungkinkan terjadinya ikatan hidrogen sehingga untuk mendidih tidak diperlukan eenergi yang lebih besar dibanding
Jawaban E.
Dua senyawa tersebut punya Mr yang sama. Pada senyawa organik seperti pada soal ini tanpa ada data yang lain maka bisa disimpulkan bahwa perbedaan titik didih itu hanya disebabkan oleh adanya perbedaan ikatan antar molekulnya. Pada CH3-CH2OH (alkohol) memungkinkan terjadinya ikatan hidrogen antar molekulnya, sehingga untuk mendidihkannya (dari cair menjadi gas) memerlukan energi lebih besar untuk memutuskan ikatan hidrogen sehingga bisa berubah wujud menjadi gas. Sedangkan pada CH3-O-CH3 (eter) tidak memungkinkan terjadinya ikatan hidrogen sehingga untuk mendidih tidak diperlukan eenergi yang lebih besar dibanding
Jawaban E.
Soal Nomor
22:
Pasangan isomer dari
senyawa dengan rumus molekul C3H6O adalah:
A. Propanal dan propanol
B. Propanol dan metoksi etana
C. Propanon dan propanal
D. Aseton dan propanon
E. Asetaldehid dan aseton
A. Propanal dan propanol
B. Propanol dan metoksi etana
C. Propanon dan propanal
D. Aseton dan propanon
E. Asetaldehid dan aseton
Pembahasan:
Isomer => rumus molekul sama tetapi rumus struktur berbeda
Isomer => rumus molekul sama tetapi rumus struktur berbeda
Jawaban
C.
Soal Nomor
23:
Bila senyawa
isobutilena direaksikan dengan HCI , maka akan dihasilkan senyawa:
A. 1-kloro propana
B. 3-kloro-2-metil propena
C. 2-kloro propana
D. ter-butil klorida
E. Etanal
A. 1-kloro propana
B. 3-kloro-2-metil propena
C. 2-kloro propana
D. ter-butil klorida
E. Etanal
Pembahasan:
Isobutilena = isobutena
Isobutilena = isobutena
Jawaban
D.
Soal Nomor
24:
Bila senyawa (CH3)2CHCHBrCH2CH3
direaksikaan dengan KOH alkoholis, maka produk utama yang dihasilkan adalah:
A. (CH3)2CHCH=CH3
B. (CH3)2C=CHCH2CH3
C. (CH3)2CHCH2CHOHCH3
D. (CH3)2CHCHOHCH2CH3
E. (CH3)2COCH2CH2CH3
A. (CH3)2CHCH=CH3
B. (CH3)2C=CHCH2CH3
C. (CH3)2CHCH2CHOHCH3
D. (CH3)2CHCHOHCH2CH3
E. (CH3)2COCH2CH2CH3
Pembahasan:
Reaksi halogenalkana dan KOH alkoholis (KOH yang dilarutkan dalam alkohol) memberikan hasil berbeda dengan reaksi halogenalkana dan larutan KOH biasa (KOH yang dilarutkan dalam air).
- Reaksi halogen alkana dan KOH alkoholis akan menghasilkan alkena
- Reaks halogenalkana dan KOH biasa akan menghasilkan alkohol
Reaksi halogenalkana dan KOH alkoholis (KOH yang dilarutkan dalam alkohol) memberikan hasil berbeda dengan reaksi halogenalkana dan larutan KOH biasa (KOH yang dilarutkan dalam air).
- Reaksi halogen alkana dan KOH alkoholis akan menghasilkan alkena
- Reaks halogenalkana dan KOH biasa akan menghasilkan alkohol
Jawaban
B.
Soal Nomor
25:
Senyawa berikut ini,
manakah yang didalam air memberikan sifat basa yang paling kuat?
A. CH3CH2CH2OH
B. CH3CH2CHO
C. CH3CH2CO2H
D. CH3CH2CH2NH2
E CH3-CCH
A. CH3CH2CH2OH
B. CH3CH2CHO
C. CH3CH2CO2H
D. CH3CH2CH2NH2
E CH3-CCH
Pembahasan:
Sifat basa paling kuat di antara senyawa organik di atas dimiliki oleh senyawa yang memiliki gugus amina (-NH2)
Jawaban D.
Sifat basa paling kuat di antara senyawa organik di atas dimiliki oleh senyawa yang memiliki gugus amina (-NH2)
Jawaban D.






