Kamis, 29 Januari 2015





BAB I
PENDAHULUAN



A.   LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti sering menemukan barang bekas, baik yang berupa bungkusan makanan, minuman, koran, majalah, dll. Tapi, tidak semua barang bekas yang ada di sekeliling kita merupakan sampah jika kita mampu mengolahnya dengan baik. Di tangan orang yang ahli sejumlah barang bekas bisa menjadi barang sangat berguna bagi kita dalam melakukan aktivitas sehar-hari.
Kerajinan/barang yang dibuat dengan bahan dasar barang bekas memiliki keunikan tersendiri, dan dengan penampilan yang menarik dapat menarik perhatian banyak orang. Tidak hanya itu, barang/kerajinan tersebut juga memiliki kualitas dan daya jual yang tingg.

B.   RUMUSAN MASALAH
 Berdasarkan latar belakang  di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam percobaan kali ini adalah bagaimana cara memanfaatkan barang bekas menjadi barang/kerajinan yang lebih bermanfaat.

C.  TUJUAN
Adapun yang menjadi tujuan dalam percobaan ini, yaitu :
*    Dapat mengetahui manfaat dari barang bekas.
*    Dapat mengetahui jenis barang bekas yang dapat diolah menjadi barang/kerajinan.
*    Dapat mengetahui cara-cara pembuatan kerajinan dari barang bekas.
D.  MANFAAT
Adapun manfaat yang diperoleh dalam percobaan ini, yaitu :
*    Siswa mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
*    Siswa mampu menjadikan barang bekas menjadi barang yang berkualitas tinggi.
*    Siswa mampu memanfaatkan barang bekas yang ada di sekelilingnya.
*    Siswa mampu mengasah kreativitasnya dengan membuat kerajina dari barang bekas.





BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


A.          Pemanfaatan limbah kertas
 Untuk melakukan agar sampah kertas tidak terbuang begitu saja. Maka perlu dilakukan suatu tindakan. Salah satu tindakan yang bisa dilakukan adalah pembuatan daur ulang kertas yang diintegrasikan dalam materi IPA. Tidak hanya itu kami juga melakukan pembuatan keterampilan dari kertas yang dintegrasikan dalam materi kewirausaan. Kami memanfaatkan limbah kertas untuk kerajinan atau sesuatu yang bernilai jual.
 Lomba Pemanfaatan limbah kertas
          Untuk mengurangi limbah kertas yang merajalela, kami melakukan suatu kegiatan yang sangat membantu siswa untuk mengekspresikan kreasinya yaitu dengan diadakannya lomba pemanfaatan limbah kertas. Lomba pemanfaaatan limbah kertas tersebut diadakan setiap 6 bulan sekali. Manfaat diadakannya lomba tersebut yaitu membantu siswa untuk menuangkan kreasinya, mendidik siswa agar tahu tentang bahayanya limbah kertas, melatih siswa agar tidak memanfaatkan kertas sembarangan.
 Sosialisasi untuk hemat kertas
 Perlu kita ketahui bahwa di sekolah itu banyak sekali terdapat sampah kertas yang dihasilkan oleh para siswa karena sebagian besar kegiatan di sekolah menggunakan kertas. Maka dari itu, kami selalu memberikan sosialisasi kepada warga sekolah terutama pada siswa. Tidak hanya itu kami juga melakukan sosialisasi kepada warga sekitar. Sosialisasi hemat kertas ini sangat bermanfaat sekali karena perlu kita tahu, bahwa sama halnya dengan plastic, kertas juga sulit terurai dalam jangka waktu yang relatif lama. Untuk itu perlu dilakukan hemat kertas.

            
B Pemanfaatan limbah plastik
Limbah plastik adalah bahan anorganik buatan pabrik yang mengandung bahan-bahan kimia dan sangat berbahaya bagi lingkungan. Limbah dari plastik ini sulit untuk diuraikan secara alami. Untuk menguraikan sampah plastik ini kurang lebih butuh waktu 80 tahun agar dapat terurai secara sempurna. Oleh karena itu, penggunaan bahan plastik tidak bersahabat bagi lingkungan apabila dalam penggunaanya tanpa batasan tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari sering ditemukan plastik pada seluruh aktivitas kita. Padahal apabila kita sadar, kita bisa berbuat lebih untuk hal ini yaitu dengan memanfaatkannya kembali. Bisa di bayangkan apabila berbelanja ke warung-warung 3 kali dalam sehari, berarti kita mendapatkan 90 kantong plastik tiap harinya dan dibuang begitu saja. Namun fenomena yang terjadi adalah penduduk Indonesia yang masih malu jika membawa kantung plastik kemana-mana. Untuk informasi saja bahwa di supermarket negara China, setiap pengunjung diwajibkan membawa kantung plastik sendiri dan apabila tidak membawa maka akan dikenakan biaya tambahan atas plastik yang dikeluarkan pihak supermarket.
            Pemanfaatan limbah plastik merupakan upaya menekan pembuangan plastik seminimal mungkin dan dalam batas tertentu menghemat sumber daya dan mengurangi ketergantungan bahan baku impor. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan dengan pemakaian kembali (reuse) maupun daur ulang (recycle). Di Indonesia, pemanfaatan limbah plastik dalam skala rumah tangga umumnya adalah dengan pemakaian kembali dengan keperluan yang berbeda, misalnya tempat cat yang terbuat dari plastik digunakan untuk pot atau ember. Sisi jelek pemakaian kembali, terutama dalam bentuk kemasan adalah sering digunakan untuk pemalsuan produk seperti yang seringkali terjadi di kota-kota besar.
            Salah satunya dengan mendaur ulang sampah plastik tersebut dengan membuatnya menjadi berbagai kerajinan tangn yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Yaitu dengan memungut sampah-sampah bungkus makanan ringan, detergen, dan lain sebagainya. Setelah dipungut sampah-sampah plastik tersebut dicuci bersih, dan dijemur sampai kering. Sehabis itu dibuat menurut kreativitas masing-masing. Seperti dengan dibuat menjadi tas, yaitu dengan menjahit bungkus-bungkus tersebut secara sambung-menyambung. Begitupun dengan pembuatan yang lainnya. Semuanya tergantung dengan industri yang ingin ditekuni.
Kesimpulannya limbah plastik tidak selamanya mempunyai dampak negatif selagi kita dapat memanfaatkannya dengan baik dan benar. Sehingga akan menghasilkan produk yang mempunyai nilai jual tinggi. Dengan memanfaatkan limbah tersebut kita ikut serta menjaga bumi ini. Kita tidak merusak lingkungan malah sebaliknya kita menjaga lingkungan ini agar tetap indah dan asri untuk dipandang. Tidak seperti sekarang ini, masyarakat Indonesia belum sadar sepenuhnya atas bahaya sampah-sampah plastik yang dihasilkan dan juga belum menyadari bahwa sampah-sampah tersebut memiliki nilai jual.


BAB II
METODE PERCOBAAN

PERCOBAAN I
METODE PERCOBAAN
( KOTAK TISSUE DARI KORAN )
A.    TUJUAN :
*    Untuk mengetahui kegunaan koran.
*    Untuk mengetahui cara pembuatan kotak tissue dari koran.

B.     ALAT DAN BAHAN :
Ø Gunting.






Ø Lem


Ø Tissue




Ø Cet Pernis





Ø Penggaris
Ø Pensil
Ø Koran
Ø Kuas cat.


C.    CARA KERJA :

1.     Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.







2.     Ukurlah koran dengan panjang 40 cm dan lebar 10 cm.







3.     Gunting koran menjadi beberapa bagian sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.


Setelah dipotong menjadi beberapa bagian








4.     Kertas yang sudah dipotong, kemudian dilipat menjadi dua bagian yang sama besar.











5.     Kemudian, lipat lagi menjadi 2 bagian yang sama besar.








6.     Dan setelah dilipat menjadi 2 bagian, lipat lagi menjadi 3 bagian yang sama besar.










7.     Lalu, lipat bagian ujungnya sampai ke ujung yang lainnya, sehingga membentuk lingkaran.









8.     Setelah itu, susun lingkaran koran tersebut sehingga membentuk kotak tissue.







9.     Cat kotak tissue dengan  cat pernis. Kemudian keringkan
Saat proses pengecatan







Saat proses pengeringan











10.         Setelah kering, isilah kotak tissue dengan tissue. Dan kotak tissue tersebut siap digunakan.











D.  KESIMPULAN :
Dari kegiatan kita dapat menyimpulkan bahwa tidak semua barang bekas itu tidak bermanfaat, ada banyak barang bekas yang dapat kita olah menjadi barang yang dapat kita gunakan dalam aktivitas sehari-hari. Bahkan, di tangan-tangan pencinta seni barang bekas apa saja dapat menjadi barang yang berguna dengan mutu dan kualitas yang tidak kalah dengan barang-barang yang lain yang dijual di toko-toko. Contohnya adalah kotak tissue dari koran ini. Kotak tissue meskipun hanya terbuat adri koran tapi mampu bersaing dengan kotak tissue yang ada di toko-toko. Ditambah lagi dengan keunikannya yang berbahan dasar dari koran membuat orang berminat untuk memilikinya.

Kotak tissue dari koran










PERCOBAAN II
METODE PERCOBAAN
( KERANJANG DARI GELAS BEKAS )

A.  TUJUAN :
*    Untuk mengetahui kegunaan dari gelas dari minuman teh gels, montea, dll.
*    Untuk mengetahui cara pembuatan keranjang dari minuman teh gels, montea, dll.

B.     ALAT DAN BAHAN :

ü Gunting



ü Cutter



ü  Tisu / Serbet / kain
















ü Tali tambang






ü Selang kecil
ü Gelas bekas (teh gelas, montea)

C. CARA KERJA

1.     Cucilah gelas bekas (teh gelas, montea) samapai bersih.
2.     Setelah di cuci keringkan dengan menggunakan tisu/serbe.
3.     Setelah di keringkan, guntinglah gelas bekas (teh gelas, montea). Pisahkan lingkaran gelas dengan tempatnya.









4.     Apabila telah di pisahkan lingkaran dengan tempatnya, maka ambillah lingkaran dari gelas bekas tadi.



5.     Apabila sudah di pisahkan, ratakan lingkaran dengan menggunakan cutter agar rata betul.
6.     Kumpulkan lingkaran gelas tadi yang sudah di ratakan.
7.     Usahakan mengumpulkannya sesuai dengan motifnya.
8.     Apabila sudah terkumpul maka rangkailah lingkaran dari gelas bekas tadi  dengan tali tambang yang sudah di sediakan.
9.     Rangkai seterusnya sesuai dengan ukuran yang diinginkan.
10.           Apabila telah di rangkai maka satukanlah tadi rangkai tersebut hingga membuat sebuah keranjang.



11.           Apabila keranjang tersebut sudah di rangkai, maka pasanglah selang kecil pada atas keranjang. Agar selang membentuk seperti pegangan keranjang.

D. KESIMPULAN
Dari kegiatan kita dapat menyimpulkan bahwa tidak semua barang bekas itu tidak bermanfaat, ada banyak barang bekas yang dapat kita olah menjadi barang yang dapat kita gunakan dalam aktivitas sehari-hari. Bahkan, di tangan-tangan pencinta seni barang bekas apa saja dapat menjadi barang yang berguna dengan mutu dan kualitas yang tidak kalah dengan barang-barang yang lain yang dijual di toko-toko. Dan salah satu hasil pemanfaatan dari barang bekas tersebut adalah kerang dari tea gelas. Keranjang ini memiliki banyak manfaat , di anataranya yaitu dapat digunakan sebagai keranjang buah, keranjang makanan, keranjaan belanjaan, dan lain sebagainya tergantung degan kebutuhannya.

Keranjang dari teh gelas












BAB I V
PENUTUP


A.  KESIMPULAN :
Kesimpualan yang dapat diambil dari percobaan tersebut yaitu dalam kehidupan sehari-hari tidak semua barang bekas yang kita temui merupakan sampah yang tidak bermanfaat. Tapi, dengan kreativitas yang tinggi barang tersebut dapat menjadi barang yang sangat bermanfaat. Bahkan, memiliki nilai jual yang sangat tingga.

B.   KRITIK DAN SARAN
Kritk :
          Barang bekas dapat kita buat menjadi kerajinan yang berkualitas tinggi dengan kreativitas dan semangat yang tinggi.

Saran :
          Manfaatkan barang-barang bekas di sekitar kita yang masih dapat diolah menjadi kerajian yang bermutu dan berkualitas tinggi. Karena, dengan begitu akan mengurangi jumlah sampah yang akan mencemari lingkungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar